Selasa, 04 Juni 2019

Dalam dekapan Ukhuwah

Matahari tak pernah memilih siapa yang harus diberikan sinar (itulah yang terpikirkan), Seorang teman atau sahabat bahkan kita lebih mengenalnya ukhuwah Fillah, merupakan orang yang sangat penting dalam mengarungi samudera kehidupan dunia ini. Gelombang kehidupan dunia yang terkadang ganas dan menghancurkan segala sesuatu yang dilalui, akan terasa lebih ringan diarungi dengan hadirnya seorang sahabat. Seorang sahabat yang selalu setia membantu, menasehati, dan membimbing perjalanan hidup ini. Hingga berhasil taklukan ganasnya samudera duniawi. Begitupun saat zaman Rasulullah yang menyatukan kaum Anshar dengan Muhajirin dengan ikatan keluarga atau persaudaraan,, dan ada juga Rasulullah mempersaudarakan Ja’far bin Abi Thalib—yang waktu itu ada di Habasyah—dengan Mu’adz bin Jabal, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dengan Kharijah bin Zaid bin Haritsah,, Umar bin Al Khaththab dengan ‘Itban bin Malik dari Bani Salim,, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dengan Sa’ad bin Muadz saudara Bani Abdil Asyhal,, Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ saudara Bani Al Harits bin Al Khazraj. Dan masih banyak yang Rosulullah menyatukannya dengan tali persaudaraan (ukhuwah islamiyah).
Jika kita mengangkat salah satu ayat dalam bidang ukhuwah, ada salah satu ayat surat Al-Hujurat dapat dijadikan landasan pengamalan konsep ukhuwah  Islamiyah. 
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
 “Sesungguhnya orang-orang Mukmin bersaudara, karena itu lakukanlah ishlah di antara kedua saudaramu.” (QS 49: 10).

Berapa banyak orang yang meninggalkan sahabatnya ketika harta telah tiada. Berapa banyak orang meninggalkan sahabatnya ketika cobaan silih berganti menimpa. Berapa banyak orang yang meninggalkan sahabatnya ketika bertaruh nyawa. Berapa banyak pula orang yang merubah posisi sahabat menjadi musuh hanya karena iming-iming dunia. -wal iyadzubillah
Seorang sahabat sejati akan selalu memberikan dukungan nyata, walau mengorbankan harta dan nyawa. Seorang sahabat sejati tidak akan terpengaruh dengan adanya cobaan yang mendera, walaupun cobaan itu menyakiti jiwa dan raga. Seorang sahabat sejati akan selalu menasehati, di saat kita khilaf dan lupa. Merekalah sahabat sejati yang rela berkorban membela agama, dalam keadaan suka dan duka.

Serangkai ceritamu



Saudariku...
segala puji hanya milik Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa
Tidak ada kehendak yang dapat terwujud, kecuali karena kehendakNya
Begitu juga dengan pertemuan kita
Tak ada yang kebetulan, tak ada yang tidak disengaja
Semua telah terprogram rapi di Lauwh Mahfuz



Saudariku..
Diri ku ini adalah manusia yang lemah
Terkadang benar, terkadang khilaf
Diri ini adalah manusia biasa
Terkadang ingat, terkadang juga lupa


Saudariku...
Diriku ini bukanlah Abu Bakar, yang totalitas dalam persahabatan
Diriku bukanlah Umar, yang kokoh dalam pendirian,, bukanlah Utsman, yang lembut hati dan perangainya,, bukanlah Ali, yang zuhud dalam hidup
Aku  adalah manusia biasa yang sedang belajar
mengikuti jejak hidup dan kepribadian mereka



Saudariku...

Jika kau menemukan kekurangan dalam diriku, janganlah kau menjauh dariku. Tapi tutupilah kekurangan itu dengan kelebihanmu. Jika kau menemukan kelebihan dari diriku, tegurlah aku. Agar tetap istiqomah dan tawadhu. Jika kau menemukan kesalahanku, nasehatilah aku dan jangan berubah karena kau adalah saudariku. Tetaplah menjadi saudariku...



Saudariku...
Indahnya tali ukhuwah yang Allah rangkaikan untuk kita
Tali keimanan yang membuahkan cinta, kasih sayang dan pengorbana
Tali yang mengokohkan ukhuwah islamiyah...



Saudariku...
Sungguh aku ingin merajutnya dengan tali kasih
Layaknya para sahabat Rasulullah yang saling mencintai,
karna kecintaan mereka kepada Allah dan Rasulullah
indah sekali kisah mereka, seperti Muhajirin dan Anshar
Aku berharap kepada Rabb Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Agar selalu menjaga keistiqomahan dalam beribadah,
berukhuwah dan hidup dalam naungan Al Quran

.

.

.

Maaf  ......

Bagi hati yang pernah terluka karena lidah yang tajam, bagi hati yang perih karena buruknya laku, bagi perasaan yang hancur karena ego, bagi sikap yang tak diharap,...