Matahari tak pernah memilih siapa yang harus diberikan sinar (itulah yang terpikirkan), Seorang teman atau sahabat bahkan kita lebih mengenalnya ukhuwah Fillah, merupakan orang yang sangat penting dalam mengarungi samudera kehidupan dunia ini. Gelombang kehidupan dunia yang terkadang ganas dan menghancurkan segala sesuatu yang dilalui, akan terasa lebih ringan diarungi dengan hadirnya seorang sahabat. Seorang sahabat yang selalu setia membantu, menasehati, dan membimbing perjalanan hidup ini. Hingga berhasil taklukan ganasnya samudera duniawi. Begitupun saat zaman Rasulullah yang menyatukan kaum Anshar dengan Muhajirin dengan ikatan keluarga atau persaudaraan,, dan ada juga Rasulullah mempersaudarakan Ja’far bin Abi Thalib—yang waktu itu ada di Habasyah—dengan Mu’adz bin Jabal, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dengan Kharijah bin Zaid bin Haritsah,, Umar bin Al Khaththab dengan ‘Itban bin Malik dari Bani Salim,, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dengan Sa’ad bin Muadz saudara Bani Abdil Asyhal,, Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ saudara Bani Al Harits bin Al Khazraj. Dan masih banyak yang Rosulullah menyatukannya dengan tali persaudaraan (ukhuwah islamiyah).
Jika kita mengangkat salah satu ayat dalam bidang ukhuwah, ada salah satu ayat surat Al-Hujurat dapat dijadikan landasan pengamalan konsep ukhuwah Islamiyah.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang Mukmin bersaudara, karena itu lakukanlah ishlah di antara kedua saudaramu.” (QS 49: 10).
Berapa banyak orang yang meninggalkan sahabatnya ketika harta telah tiada. Berapa banyak orang meninggalkan sahabatnya ketika cobaan silih berganti menimpa. Berapa banyak orang yang meninggalkan sahabatnya ketika bertaruh nyawa. Berapa banyak pula orang yang merubah posisi sahabat menjadi musuh hanya karena iming-iming dunia. -wal iyadzubillah
Seorang sahabat sejati akan selalu memberikan dukungan nyata, walau mengorbankan harta dan nyawa. Seorang sahabat sejati tidak akan terpengaruh dengan adanya cobaan yang mendera, walaupun cobaan itu menyakiti jiwa dan raga. Seorang sahabat sejati akan selalu menasehati, di saat kita khilaf dan lupa. Merekalah sahabat sejati yang rela berkorban membela agama, dalam keadaan suka dan duka.

